Homonim, Homofon, Homograf

Friday, March 26, 2010

Homonim, homofon, dan homograf sering tertukar arti. Hal ini banyak dialami siswa. Mungkin karena penanaman konsep makna mengenai hal tersebut tidak mendalam atau justru tidak diberikan. Barangkali, pengajar lebih sering langsung pada pengertian masing-masing sehingga siswa kesulitan membedakan ketiga hal tersebut.


Sebaiknya, mengajarkan makna kepada siswa diawali dengan mengupas makna tersebut secara etimologis, asal bentukan katanya. Dengan begitu, siswa diharap mengenali terlebih dahulu bagaimana kata itu terbentuk. Hal ini mengingat bahwa banyak kata atau istilah bahasa Indonesia yang terbentuk dari gabungan kata, contohnya homonim, homofon, dan homograf.


Coba perhatikan ulasan berikut.
1. Homonim
Secara awam atau mudahnya, guru bisa menjelaskan bahwa kata homonim dapat dipisah menjadi dua kata, yaitu "homo" dan "nim". Homo artinya sama atau sejenis. Sedangkan nim artinya nama. Setidaknya cara ini sudah membuka wawasan siswa mengenai kata homonim. 


Selanjutnya, beri contoh nama orang. Misalnya, tulis nama "Budi" di papan tulis. Jika kebetulan ada dua siswa bernama Budi, panggil saja ke depan. Selanjutnya, kedua siswa bernama Budi diminta menuliskan namanya (Budi) masing-masing. Coba perhatikan, namanya sama, tulisannya sama, bacanya juga sama, tapi orangnya beda.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa homonim berarti tulisan dan bacaannya (nama) sama, tetapi artinya berbeda.
Contoh:
- buku (ruas pada babu atau tebu), buku (salah satu alat tulis atau bacaan)

- bisa (racun), bisa (mampu atau dapat)

2. Homofon
Homofon terdiri atas dua kata, homo dan fon. "Homo" berarti sama atau sejenis, sedangkan "fon" berarti bunyi. Jadi, yang sama adalah bunyi atau pengucapannya.  Jika ada dua kata yang bunyi atau pengucapannya sama, walaupun tulisannya berbeda, itu disebut homofon.


Contoh: bank (tempat simpan pinjam uang), bang (panggilan untuk orang yang lebih tua). Kedua kata (bank dan bang) dibunyikan atau diucapkan sama walaupun tulisannya berbeda. Itulah homofon.

3. Homograf
Homograf juga terdiri atas dua kata, yaitu homo dan graf. Homo berarti sama, sedangkan graf berarti tulisan. Jadi, yang sama adalah tulisannya. Jika menemukan dua kata yang tulisannya sama, tetapi diucapkan dengan cara berbeda, maka disebut homograf.


Contoh: 
- Teras (bagian depan rumah)
- Teras, "te" dibaca agak lembut, (jabatan penting dalam jajaran suatu departemen) 


Kedua contoh kata di atas memiliki bentuk tulisan yang sama, tetapi cara mengucapkannya berbeda, sehingga artinya juga berbeda.


Itulah penjelasan singkat mengenai homonim, homofon, dan homograf. Semoga dapat membantu mengatasi kesulitan membedakan arti ketiga kata tersebut.

4 comments:

Anonymous,  September 30, 2012 at 8:13 PM  

thanks for your statement

Post a Comment

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP